Kamis, 14 Januari 2010

Tips Indah di Pagi Jum'at yang penuh Berkah ..... InsyaAllah



Tetapkan Tujuan Hidup.......


Teman…

“Without goal ,and plans to reach them ,you care likea ship that sail with no destination” (Frit hurgh dodson)

Itulah perumpama’an bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.Banyak orang melakoni peran nya ,tapi tidak tau arah hidup yang ingin di tujunya.Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian di lakukan nya.bila suatu hal buruk terjadi,mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua.sangat di sayangkan memang sering kali orang tidak mau berani melakukan perubahan dalam hidupnya.Dia hanya menunggu ,dan menunggu adanya perubahan tersebut,,,,,hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai.
Sebenarnya tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali.hal yang terpenting adalah setiap sa’at kita mempunyai tujuan hidup yang ingin di capai.setidaknya kita tau ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus di ambil.
5 cara yang bisa kita pakai untuk menetapkan tujuan hidup:

*1.apa sebenarnya keinginan kita?Tanyakan pada hati nurani,apa sebenarnya keinginan kita untuk beberapa tahun ke depan.tidak ada salahnya kita bermimpi ,kita tidak malu mengakuinya,lagi pula toch tak ada biaya yang harus di keluarkan untuk sekedar bermimpi.
*2.Kumpulkan informasiDengan mengumpulkan informasi ,kita akan bisa lebih mudah mencapai tujuan yang di inginkan .jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan yang kita inginkan,belajarlah dari mereka lakukan apa yang mereka kerjakan.
*3.Jangan diamLakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan membawa kita pada pada impian hidup yang di inginkan.
*4.Tingkatkan kemampuanJika ada cara yang kita lakukan terbukti efektif dan mendekatkan pada tujuan yang ingin di capai ,maka alangkah baiknya jika kita berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan menambah kinerja agar tujuan hidup kita lebih cepat tercapai.
*5.Hanya kepada Allah swt kita menyembah dan memohon pertolongan.

Jika ke lima hal di atas kita lakukan secara terus menerus tanpa lelah dan bosan.insyallah kita akan mendapatkan tujuan hidup yang di inginkan.kita ibaratnya seorang “Pemahat” atas gambaran hidup kita sendiri.Dan seorang pemahat yang baik akan selalu memilki “Planning” terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil terbaik.dalam hal ini kita hanya bisa sebesar dan sebagian sebagaimana tujuan yang telah kita tentukan ,oleh sebab itu pahatlah diri kita sebaik mungkin.

referensi:

anna ahira asian brain

Minggu, 10 Januari 2010

Bapak Yang Bijaksana n Bijaksini ...... hahahaha



Dasar Pesumo ......... Dari kecil pun sudah mulai di perkenalkan bakal calon Lawan nya nanti ..... hehehehehehehe

Gambar Peta Laut Indonesia

Batas Wilayah Indonesia ...


Batas Wilayah Laut Indonesia





Pembagian Wilayah menurut Konvensi Hukum Laut PBB ... Montego, Caracas tahun 1982


Klasifikasi Wilayah Laut Menurut Kedalamannya

Sejarah Bangsaku ....... Yang Ter Abaikan .... hehehe

Samudera Indonesia ...... Atau .... Lautan Hindia......... ?


Dulu, di tahun 1970-an ketika saya bersekolah di SD ada yang masih melekat di memori saya mengenai pelajaran tentang Indonesia. Menurut guru SD saya saat itu, Indonesia letaknya strategis. Berada di garis khatulistiwa, terletak di antara 2 benua besar, benua Australia dan benua Asia. Juga terletak di antara 2 samudera besar yaitu samudra Indonesia dan samudra Pasifik. Sejak itulah selalu melekat di otak saya bahwa lautan yang berada di selatan Indonesia itu bernama samudra Indonesia. Kondisi itu ditambah lagi dengan fakta bahwa di setiap peta Indonesia saat itu selalu bertuliskan Samudera Indonesia untuk menunjukkan nama samudera di selatan Indonesia. Terus terang saya lebih bangga dengan kata “samudera” ketimbang “lautan” karena terasa lebih gagah gitu, kayaknya Bung Karno sukses menanamkan kebanggaan itu kepada saya he…he…..
Merunut kepada sejarah, dulu dunia internasional tidak mengakui adanya konsep negara kepulauan (Archipelagic State). Berdasarkan Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939) dunia internasional hanya mengakui Indonesia sebagai negara daratan di mana batas wilayah laut yang diakui hanyalah sebatas 3 mil dari garis pantai. Untuk kasus di Indonesia, jadi dulu negara kita terbelah-belah terutama wilayah lautnya. Sumatera dan Kalimantan terbelah oleh perairan internasional, begitu juga antara Jawa dan Kalimantan serta Kalimantan dan Sulawesi. Semuanya gara-gara jarak antara kedua pulau tersebut melebihi 3 mil sehingga sisanya di tengah akhirnya menjadi perairan internasional yang menguntungkan armada negara-negara besar dan merugikan pertahanan dalam negeri seandainya kita diserang negara lain.

Bukan Bung Karno namanya kalau tidak mau dan tidak mampu merubah konsep internasional yang sudah puluh tahunan umurnya itu. Tanggal 13 Desember 1957 PM Indonesia Ir. Djuanda Kartawidjaja mengeluarkan deklarasi yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda. Deklarasi itu menyatakan, bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia. Penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-undang.

Konon, Bung Karno mendapat inspirasi tentang konsep negara kepulauan setelah berdiskusi dengan Dr. Sam Ratulangie mengenai buku yang ditulis Dr. Sam Ratulangi berjudul Indonesia In Den Pacific (1938). Karena itulah setelah ia menjadi presiden dikumpulkanlah para ahli sejarah dan kelautan untuk disekolahkan dan melakukan penelitian untuk membantah konsepsi pemikiran barat tentang oceanologi dan oceanografi. Untuk mendapatkan pengakuan internasional, dikerahkanlah ahli-ahli tersebut yang kemudian menjadi diplomat ulung saat itu (bandingkan dengan diplomat kita sekarang he…he…). Bisa dicatat nama Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmaja dan Prof. Hasyim Djalal. Bahkan lebih jauh dari itu, Indonesia mengusulkan adanya ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) sampai maksimal sejauh 200 mil dari pulau terluar untuk memungkin negara kepulauan mengambil keuntungan ekonomis dari wilayah tersebut. Hebatnya, setelah mengalami penolakan dari negara-negara besar termasuk AS, delegasi kita menang dan berhasil menggolkan proposal tersebut. Deklarasi Djuanda akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982).
Sejak itulah Bung Karno memperkenalkan nama Samudera Indonesia untuk menandai wilayah laut dan ZEE yang diakui oleh dunia internasional itu. Inilah petikan pengakuan Bung Karno yang diambil dari buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat:
“Aku ingin agar Indonesia dikenal orang. Aku ingin memperlihatkan kepada dunia, bagaimana rupa orang Indonesia. Aku ingin menjampaikan kepada dunia, bahwa kami bukan “Bangsa jang pandir” seperti orang Belanda berulang-ulang kali mengatakan kepada kami. Bahwa kami bukan lagi “Inlander goblok hanja baik untuk diludahi” seperti Belanda mengatakan kepada kami berkali-kali. Bahwa kami bukanlah lagi penduduk kelas kambing jang berdjulan menjuruk-njuruk dengan memakai sarung dan ikat-kepala, merangkak-rangkak seperti jang dikehendaki oleh madjikan-madjikan kolonial dimasa jang silam. Setelah Republik Rakjat Tiongkok, India, Uni Soviet, dan Amerika Serikat, maka kami adalah bangsa jang kelima didunia dalam hal djumlah penduduk. 3000 dari pulau-pulau kami dapat didiami. Tapi tahukah Saudara berapa banjak rakjat jang tidak mengetahui tentang Indonesia ? Atau dimana letaknja ? Atau tentang warna kulitnja, apakah kami sawomatang, hitam, kuning atau putih ? Jang mereka ketahui hanja nama Sukarno. Dan mereka mengenal wadjah Sukarno.Mereka tidak tahu, bahwa negeri kami adalah rangkaian pulau jang terbesar didunia. Bahwa negeri kami terhampar sepandjang 5.000 kilometer atau menutupi seluruh negeri-negeri Eropa sedjak dari pantai Barat benuanja sampai keperbatasan paling udjung disebelah Timur.Mereka tidak tahu, bahwa kami sesudah Australia adalah negara keenam terbesar, dengan luas tanah sebesar dua djuta mil persegi. Mereka umumnja tidak menjadari, bahwa kami terletak antara dua benua, benua Asia dan Australia, dan dua buah Samudra raksasa, Lautan Teduh dan Samudra Indonesia”
Dari situlah kenapa pada jamannya Bung Karno memperkuat Angkatan Udara dan Angkatan Laut sampai disegani oleh kawasan Asia Pasifik. Selain alasan Trikora (merebut Irian Barat), penguatan Angkatan Udara dan Angkatan Laut juga sebagai konsekuensi atas mekarnya wilayah laut dan udara Indonesia karena Deklarasi Juanda tersebut. Kita juga butuh Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang kuat karena konsep negara kepulauan juga memberikan tanggung jawab kepada RI untuk menyediakan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) di mana semua armada internasional diperbolehkan untuk melintas dari Samudera Pasifik ke Samudera Indonesia atau sebaliknya. Supaya ALKI tidak disalahgunakan oleh armada asing, maka kita butuh Angkatan Udara dan Angkatan Laut untuk mengawalnya. Itulah konsep negara peninggalan Pak Juanda dan Bung Karno yang kita generasi penerusnya harus mampu menjaganya.
Tapi apa yang terjadi sekarang ini ? Konsep penguatan TNI AL kita menurun dari Blue Navy (tataran armada samudera) ke Green Navy (tataran armada laut). Bila di jaman Bung Karno kita punya belasan kapal selam canggih sekarang kita hanya punya 2 saja, itu pun yang satu sedang direparasi di Korea Selatan. Bila dulu kita punya kapal perang kelas penjelajah dan destroyer, sekarang untuk punya kapal korvet saja DPR debatnya nggak habis-habis he..he.. Hal yang sama juga terjadi pada TNI AU kita.

Tapi, okelah kalau karena alasan uang kondisi TNI AU dan AL kita kedodoran. Tapi ada satu hal mendasar yang juga mulai lenyap dari otak kita dan otak anak-anak kita. Dan itu akan berpengaruh kepada paradigma kita dan anak-anak kita sekarang dan di kemudian hari. Coba perhatikan, sekarang saya sudah tidak pernah mendengar lagi orang (pejabat dari yang tertinggi sampai yang terendah, pendidik, bahkan wartawan) menyebut “Samudera Indonesia” untuk mempercakapkan tentang wilayah laut bagian selatan kita itu. Kelihatannya supaya terlihat sok internasional, kita sekarang lebih senang menyebutnya Lautan Hindia ketimbang Samudera Indonesia. Saat saya melihat peta dan atlas negara kita kepunyaan anak saya, tiada lagi kata “Samudera Indonesia” di sana, yang ada hanyalah kata “Lautan Hindia”. Tampaknya ada upaya cerdas dan sistematis untuk menghapuskan kata “Samudera Indonesia” dari ingatan kita dan anak cucu kita.
Lautan Hindia memang nama resmi internasional untuk samudera luas di dunia bagian selatan itu, tapi Samudera Indonesia adalah nama resmi dari Bung Karno untuk menunjukkan bagian kecil Lautan Hindia yang menjadi wilayah laut dan ZEE negara kita. Tapi sekarang kita berusaha melupakannya secara sadar dan sengaja. Jadi jangan heran kalau suatu saat nanti anak cucu kita tidak menganggap lagi lautan di selatan Jawa itu bukan kepunyaan Indonesia tapi kepunyaan India, kan namanya Lautan Hindia ?!
Terus terang saya salut kepada Bung Karno yang kreatif menanamkan kebanggaan nasionalisme ini, sayang kreatifitas itu tidak dimiliki oleh pemimpin berikutnya. Sekedar ajakan, bagaimana kalau kita populerkan kembali nama “Samudera Indonesia” ini ?
Sumber pustaka :
Cindy Adam, Bung Karno Penyambung Lidah rakyat Indonesia

Btw ........... Kok Bisa Yaaa........... ?


Duh...... Enak nya di Penjara ...... Hehehe
Arthalyta Suryani alias Ayin dimintai keterangan oleh anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Yunus Husein, di ruang tahanannya saat satgas tersebut melakukan inspeksi mendadak di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (10/1). Ayin setidaknya dari pagi hingga malam berada di sel berukuran 8 meter x 8 meter yang dilengkapi fasilitas kulkas, TV layar datar, dan penyejuk ruangan

Duit .... Loe Emang Raja ..... Hehehe

Di Hotel ....... Atau di Penjara ......? Hahahaha

JAKARTA, KOMPAS.com - Inspeksi mendadak oleh anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Minggu (10/1/2010) malam, di Rumah Tahanan Khusus Wanita Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur, menemukan sejumlah fakta mencengangkan.
Sejumlah ruangan di dalam gedung perkantoran, yang berada di dalam kompleks rutan tersebut, seharusnya gedung untuk perkantoran petugas rutan, disulap menjadi ruang pribadi mewah yang dipakai beberapa narapidana semacam terpidana kasus suap Arthalyta Suryani dan terpidana seumur hidup kasus narkoba, Limarita.
”Tadinya saya cuma dengar kabar ada fasilitas mewah diberikan kepada narapidana tertentu, tapi baru sekarang saya lihat sendiri. Ternyata jauh lebih luar biasa. Tadi kami lihat sama-sama, ruangan Limarita malah punya ruang karaoke khusus yang begitu mewah,” ujar anggota satgas, Yunus Husein, tertawa.
Yunus bersama dua anggota satgas lain, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa, mendatangi satu per satu ruangan mewah itu dan mengajak keduanya bicara. Ruangan mewah milik Arthalyta berada di lantai tiga gedung dan mendapat giliran pertama yang mereka kunjungi. Saat para anggota satgas dan wartawan tiba, Arthalyta tengah menjalani perawatan wajah dari seorang dokter spesialis dengan peralatan khusus di dalam ruangan itu.
Sementara itu, ruang Limarita berada di lantai dua. Dalam pengamatan Kompas, orang luar dipastikan tidak akan menyangka bahwa ruangan di gedung perkantoran tersebut ”dialihfungsikan” menjadi ruang tahanan mewah, yang fasilitasnya setara hotel bintang lima. Hal itu karena bangunannya sebetulnya berfungsi sebagai gedung perkantoran dan letaknya terpisah dari bangunan blok-blok sel yang ada di rutan tersebut.
Total blok sel yang ada berjumlah lima blok, yang diisi berdesak-desakan oleh sedikitnya 1.172 narapidana.
Fasilitas mewah yang ada di setiap ruangan keduanya adalah alat penyejuk ruangan, pesawat televisi layar datar merek terkenal, perlengkapan tata suara dan home theatre, lemari pendingin dan dispenser, serta telepon genggam merek Blackberry.
Ruang khusus karaoke
Di ruang Limarita terdapat ruang khusus untuk karaoke. Dua ruangannya dilengkapi seperangkat furnitur mewah dari kulit dan tempat tidur. Di kamar Arthalyta terdapat beberapa macam permainan anak-anak dan tempat tidur bayi dan dewasa.
Limarita mengakui semua fasilitas barang mewah yang ada di ruangannya dibelinya sendiri dan kemudian diserahkan sebagai milik Darma Wanita rutan tersebut.
Saat akan memasuki gedung rumah tahanan, para anggota satuan tugas dan sejumlah wartawan yang ikut sempat nyaris bersitegang dengan sejumlah petugas rumah tahanan.

Jumat, 08 Januari 2010

Tips Nyaman ........ di Pagi Hari .....

Biar Perjalanan Lebih Nyaman


Perjalanan ke kota/kabupaten yang baru membuat kita perlu informasi yang benar, baik tentang tempat makan yang enak, informasi hal yang dibutuhkan. apalagi kalau tempat tujuan adalah kota atau kabupten dimana disana kita tidak memiliki teman, nah beberapa tips pengalaman traveling :
1. cari tempat makan yang enak atau murah, biasanya kalau enak atau murah banyak pelanggangnya, lihat2 saja yang mana rame disitulah coba makan.
2. kalau mau cari informasi tentang arah, harga dll kemudian takut di bodoh-bodohi coba tanya polisi, atau bertanya di jamaah masjid setelah ato sebelum sholat, rata-rata yang datang kemasjid orang baiklah, kalaupun mau nipu rasa takut dosa, tidak tahu kalo sudah diluar masjid.
3. kalau takut kehilangan sendal/sepatu mahal anda dimasjid oleh orang-orang diluar jamaah, kalau tidak ada tempat penitipan sepatu/sendal, maka pisahkan penyimpanan “kaki kiri” pintu utara “kaki kanan” pintu selatan.
4. kalau mau bayar angkot dll, coba tanya sesama penumpang/pelanggang, ataukah diam2 saja kemudian kalau turun berikan uang besar nantinya sambil gaya orang sana.
5. coba gaya militer/polisi biasanya orang-orang agak segan.
6. terakhir tentunya berakhlak baik sama siapa saja, senyum mau berbagi, bicara yang baik akan memperlancar urusan.
7. pertama dan terakhir berdoalah.
itu beberapa tips berkunjung dan mengelilingi kota/kabuapten asing buat kita