BUDIONO ...... OOOOOHHHH BUDIONO
“Sebetulnya, rapat tertutupnya ada di kamar.”
Itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), seperti yang tercantum dalam transkrip pembicaraan pada “bagian pertama” Rapat KSSK yang digelar tengah malam 20 November hingga dinihari 21 November 2008.
Dokumen transkrip pembicaraan “bagian pertama” Rapat KSSK setebal 59 halaman itu sudah beredar luas sejak pekan lalu. Ia melengkapi berbagai dokumen yang telah muncul sebelumnya, dan semakin membuat terang benderang duduk persoalan di balik keputusan pemerintah “menyelamatkan” Bank Century.
Dokumen mengenai skandal dana talangan Bank Century yang akhirnya membengkak hingga mencapai Rp 6,7 triliun, yang pertama kali beredar di publik, katakanlah begitu, adalah dokumen progress report Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century per tanggal 26 September 2009. Progress report itu merupakan laporan audit sementara yang dilakukan BPK atas permintaan DPR periode 2004-2009 bulan Desember 2008 setelah DPR mencium keanehan dan kejanggalan dalam mem-bailout Bank Century.
Adalah mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie yang pertama kali membeberkan dokumen progress report itu dalam tulisannya di harian Suara Pembaruan pekan kedua November 2009.
Di dalam progress report itu disebutkan tentang Rapat Koordinasi KSSK dan Rapat KSSK yang dilakukan tengah malam 20 November sampai dinihari subuh 21 November 2008, yang merupakan titik kulminasi dari proses pengambilan kebijakan bailout Bank Century. Rapat ini didahului oleh Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar malam 20 November 2008.
Dalam RDG itu Boediono yang menjadi Gubernur BI sejak Mei 2008 memutuskan bahwa Bank Century layak diberi status “bank gagal”. Tidak hanya itu, menurut Boediono kegagalan Bank Century ini pun ditenggarai berdampak sistemik dan membahayakan industri perbankan dan kondisi perekonomian nasional. Hasil RDG inilah yang dibawa oleh Boediono ke dalam Rapat Konsultasi KSSK, yang dilanjutkan dengan Rapat KSSK. Dan memang, Rapat Koordinasi maupun Rapat KSSK digelar khusus untuk membahas proposal Boediono tersebut.
Dokumen kedua yang beredar adalah notulen Rapat KSSK yang digelar dinihari tanggal 21 November 2008. Di dalam dokumen setebal lima halaman itu disebutkan bahwa rapat yang dipimpin Sri Mulyani tersebut dibuka sebelas menit lewat tengah malam. Dalam rekomendasinya, Boediono menilai Bank Century layak ditetapkan sebagai “Bank Gagal yang Berdampak Sistemik”. Ia juga meminta agar KSSK menyetujui penambahan modal untuk menaikkan rasio kecukupan modal (CAR) Bank Century menjadi positif 8 persen, dan dana yang diajukan Boediono sebesar Rp 632 miliar. Jumlah ini, sebut Boediono seperti tertera dalam Notulen Rapat KSSK, akan bertambah seiring dengan memburuknya kondisi Bank Century selama bulan November 2008.
Pihak lain yang hadir di dalam rapat itu mempertanyakan proposal Boediono. Mereka menilai status bank gagal plus upaya penyelamatan yang diusulkan Boediono tidak pantas dan tidak pada tempatnya. Bank Century yang sejak didirikan dari hasil merger tiga bank sakit pada Desember 2004 sering mengalami persoalan keuangan dan krisis performance dinilai terlalu kecil bila dibandingkan dengan industri perbankan nasional. Risiko sistemik yang disebutkan Boediono, menurut sebagian peserta rapat, lebih merupakan dampak psikologis semata.
Intinya, dokumen notulen Rapat KSSK itu memperlihatan betapa Boediono sebagai Gubernur BI merupakan pihak yang paling ngotot agar proposal penyelamatannya diterima oleh KSSK. Sri Mulyani sendiri di dalam notulen itu telah memberikan perlawanan yang serius. Namun entah mengapa, belakangan ia menerima begitu saja.
Dokumen ketiga yang kemudian beredar adalah hasil akhir audit investigatif BPK yang disampaikan kepada DPR siang hari tanggal 23 November. Menjelang sore, BPK menyampaikan salinan dokumen itu kepada Presiden SBY.
Berbeda dengan dua dokumen sebelumnya yang beredar di “pasar gelap”, dokumen hasil akhir audit BPK ini dibagikan oleh BPK kepada wartawan di gedung DPR. Ada dua “versi” dokumen audit investigatif itu. Versi pertama merupakan executive summary yang hanya setebal 25 halaman. Sementara versi kedua merupakan versi lengkap yang juga mendetilkan aliran dana bailout kepada nasabah-nasabah legal Bank Century. Dokumen belakangan ini memiliki ketebalan sekitar 500 halaman.
Kerangka dari audit investigatif tertanggal 23 November ini sama seperti progress report audit BPK tertanggal 26 September: memperlihatkan berbagai pelanggaran peraturan dan penyimpangan yang dilakukan oleh Gubernur BI dan Ketua KSSK.
Kini, dua dokumen lagi beredar di tengah publik. Pertama dokumen yang memuat transkrip pembicaraan para pihak yang hadir dalam Rapat KSSK tengah malam 20 November hingga dinihari subuh 21 November 2008 setebal 59 halaman, dan dokumen yang memuat transkrip pembicaraan Rapat KSSK tanggal 24 November 2008 setebal 49 halaman. Rapat tanggal 24 November 2008 ini adalah rapat pertama yang digelar setelah KSSK menyetujui bailout dan meng-install manajemen baru untuk Bank Century.
Dokumen transkrip pembicaraan Rapat KSSK tanggal 20 dan 21 November 2008 ini terang saja memperlihatkan detil pembicaraan yang berkembang dalam rapat. Seperti yang telah diperlihatkan dalam dokumen notulen Rapat KSSK yang beredar sebelumnya, dokumen transkrip ini pun memperlihatkan kebebalan Boediono dalam mengusulkan penyelamatan Bank Century.
Di tengah rapat, setelah Boediono mempresentasikan proposalnya, Sri Mulyani mengatakan bahwa rapat KSSK malam itu akan membahas dua hal yang sepintas sama walaupun sebenarnya berbeda. Pertama mengenai status gagal untuk Bank Century. Dan kedua mengenai dampak sistemik yang diakibatkan dari kegagalan itu.
Bagian pertama Rapat KSSK berlangsung terbuka. Sementara bagian kedua berlangsung tertutup, dan hanya dihadiri oleh Sri Mulyani dan Boediono. Untuk sementara tidak diketahui apakah ada atau tidak rekaman pembicaraan dalam rapat pengambilan keputusan itu.
Konon di tengah rapat tertutup itu, yang digelar subuh sekitar pukul 5 pagi, terdengar suara telepon berdering dari dalam ruang rapat. Entah telepon siapa yang berdering, dan entah dari siapa telepon itu. Yang jelas, setelah pembicaraan via telepon itu terputus, Sri Mulyani dan Boediono pun menemukan kesepakatan:
mem-bailout Bank Century.
Senin, 07 Desember 2009
Sembilan Desember ......... Ada Apaaa Yaaa .... He2..he2
SULAP ....... UNTUK .... INDONESIA
Sebelum pembaca kecewa, saya mau kasih tahu di awal saja kalau tulisan ini tidak masuk katagori tulisan serius. Jadi jangan dibaca lagi jika Anda hanya mau tulisan serius. Tapi, jika Anda mau menangkap esensi dari tulisan ini maka mari lanjutkan membaca.
Begini. Saya ingin mempengaruhi pikiran Anda agar apa yang Anda pikirkan sama dengan yang saya pikirkan. Ini memang sulap tapi yang saya mau katakan adalah kita bisa mempengaruhi pikiran orang, dan saya menganjurkan hanya untuk tujuan yang mulia.
Cara-cara kotor sebaiknya kita tinggalkan saja. Banyak sekali cara-cara terpuji yang bisa kita gunakan. Cara intimidasi langsung atau melalui pengkondisian, apalagi yang ditujukan untuk kepentingan sendiri, kelompok, dan untuk maksud mendapatkan keuntungan, kekuasaan, dan jabatan serta penghargaan juga pujian jangan lagilah kita pakai.
“Cukup Sudah,” begitu dulu saya pernah melihat sebuah iklan sosial yang ditujukan untuk memastikan Indonesia terbebas dari rezim otoriter.
Oke, sekarang, dalam hitungan ketiga. Sekali lagi, dalam hitungan ketiga, coba pikirkan satu angka. Ya, hanya satu angka, 1 s/d 9. Atau bisa juga lebih berupa angka dua digit atau juga tiga dikit atau seterusnya. Cuma satu yang jangan, angka 11. Itu milik saya, angka favorit saya.
Baik, sambil Anda pikirkan satu angka, saya mau katakan bahwa Indonesia, negara kita ini sangat luar biasa. Rakyatnya dipenuhi rasa cinta meski dari waktu ke waktu terlalu banyak berhadapan dengan masalah. Seberat apa pun masalah itu, kecintaannya tetap terjaga. Mau bukti? Ketika Malaysia mengklaim sejumlah karya budaya sebagai milik mereka kita rakyat Indonesia langsung melakukan protes tanpa menunggu komando dari penguasa.
Kita, rakyat Indonesia juga tidak goyah dan melepaskan cinta kita meski penyelenggaraan negara dari waktu ke waktu direcoki oleh koruptor. Sudah terlalu banyak orang kaya raya dengan hasil korupsi dan juga tidak sedikit yang berkuasa dan melakukan korupsi. Sebagai anak bangsa kita pasti sangat malu jika bertemu dengan bangsa lain. Tapi, tetap saja kita tidak mau berganti warga negara sebagai tanda kita melepas cinta kita pada Indonesia.
Kalau boleh saya ilustrasikan dengan kalimat maka saya mau katakana “Sekalipun langit runtuh dan bumi hancur maka pita merah putih di kepala kita tetap akan terikat.” Luar biasa kan. Maka, saya yakin Indonesia akan bisa keluar dari berbagai krisis, tapi dengan syarat jika rakyatnya tidak goyah kecintaannya pada Indonesia. Dan, itu akan terlihat dari bagaimana antara satu rakyat dengan rakyatnya saling kompak.
Benar, konflik bisa saja terjadi dan konflik adalah juga sisi positifnya. Konflik bisa mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang sedang salah, keliru, atau sedang tidak sepaham. Meski konflik juga positif namun tidak boleh ada kekerasan. Kekerasan, dalam bentuk apa pun haruslah kita hindari, termasuk kekerasan yang dilakukan secara psikologis.
Oke, sekarang kalikan angka pilihan Anda dengan angka 9 ya. Jika hasil pengkalian itu menghasilkan dua digit, tiga digit, dan seterusnya tolong setiap angka dijumlahkan sehingga tetap menghasilkan satu angka saja. Oke, sudah dapat hasilnya kan?
Baik. Sebelum Anda menyebut angka berapa saya mau katakana begini. Konflik itu banyak ragam jenisnya dan tingkatannya. Salah satunya konflik komunikasi pada tingkatan biasa. Ini konflik yang kerap terjadi di level masyarakat. Kalau sudah dalam bentuk konflik Aceh itu sudah dalam bentuk konflik keras karena sudah menghadapkan mesin kekerasan yang bisa membahayakan raga dan jiwa.
Kalau ia konflik komunikasi maka tidak perlu penyelesaiannya dilakukan seperti yang dilakukan di Aceh, melalui mediasi. Cukup saja dengan cara semua pihak yang berkonflik untuk melakukan refleksi. Refleksi disini bukan tujuan utamanya untuk melihat apa yang salah dengan kita, apa yang salah dengan lawan kita. Refleksi disini lebih sebagai media kita membuka hati kita agar semua hati yang ada diluar kita bisa masuk dan menyatu dengan hati kita. Ingat, mengubah lawan bukan dengan memperbaiki prilaku lawan tapi perbaikilah hati kita sendiri.
Kalau sudah begitu, saya yakin akan sangat mudah bagi kita semua untuk menghadirkan satu kata yang paling berharga, yakni MAAF. Buat saya, “maaf adalah rakit yang menghubungkan keterpisahan dan sekaligus jembatan untuk menuju masa depan.”
Baik, sekarang sebut angka tadi. Sembilan. Berapa? Sembilan. Oke, coba cari amplop nomor 9 dari urutan amplop yang ada: 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9. Ambil dan buka isinya lalu baca pesan yang ada.
9 Desember 2009
Ini yang saya sebut kalau saya sudah mendriving pikiran Anda. Kenapa? Karena pesan yang sama sudah saya siapkan dari tadi di amplop nomor 10 sebagai amplop prediksi saya: 9 Desember 2009. Tapi, tunggu dulu karena Sulap 9 ini belum selesai. Ada 2 amplop lagi yang saya simpan, yakni amplop 11 dan amplop 12.
Tadi diawal saya katakana jangan pilih angka 11 karena itu angka favorit saya. Pertama, jika 11 dikali 9 maka hasilnya 99. Dua angka Sembilan ini sangat besar artinya bagi saya. Satu karena tanggal 9 tanggal lahir saya. Kedua karena tanggal 9 juga tanggal lahir SBY, presiden kita he he he, boleh dong ge er he he. 9 juga bermakna antikekerasan.
Oke, sekarang mari kita buka amplop nomor 12 dan dibaca pesannya, dan pada saat yang sama semua kita membuka juga amplop 1 s/d 8 ya secara berurutan. Dalam hitungan ketiga, mari semua kita buka dan baca ya. Satu – dua – tiga.
Amplop 1: Saya sebagai rakyat Indonesia
Amplop 2: Kita sangat mencintai Indonesia
Amplop 3: Dan karena itu saya akan terus
Amplop 4: Menjaga negeri kaya raya alam dan juga budayanya
Amplop 5: Dengan cara membangun kekompakan sesama rakyat
Amplop 6: Terutama untuk memastikan Indonesia
Amplop 7: Terbebas dari korupsi dan mafia peradilan
Amplop 8: Dan karena itu, mari kita berdoa agar peringatan Hari Antikorupsi Internasional, besok
Amplop 9: 9 Desember 2009
Sebelum pembaca kecewa, saya mau kasih tahu di awal saja kalau tulisan ini tidak masuk katagori tulisan serius. Jadi jangan dibaca lagi jika Anda hanya mau tulisan serius. Tapi, jika Anda mau menangkap esensi dari tulisan ini maka mari lanjutkan membaca.
Begini. Saya ingin mempengaruhi pikiran Anda agar apa yang Anda pikirkan sama dengan yang saya pikirkan. Ini memang sulap tapi yang saya mau katakan adalah kita bisa mempengaruhi pikiran orang, dan saya menganjurkan hanya untuk tujuan yang mulia.
Cara-cara kotor sebaiknya kita tinggalkan saja. Banyak sekali cara-cara terpuji yang bisa kita gunakan. Cara intimidasi langsung atau melalui pengkondisian, apalagi yang ditujukan untuk kepentingan sendiri, kelompok, dan untuk maksud mendapatkan keuntungan, kekuasaan, dan jabatan serta penghargaan juga pujian jangan lagilah kita pakai.
“Cukup Sudah,” begitu dulu saya pernah melihat sebuah iklan sosial yang ditujukan untuk memastikan Indonesia terbebas dari rezim otoriter.
Oke, sekarang, dalam hitungan ketiga. Sekali lagi, dalam hitungan ketiga, coba pikirkan satu angka. Ya, hanya satu angka, 1 s/d 9. Atau bisa juga lebih berupa angka dua digit atau juga tiga dikit atau seterusnya. Cuma satu yang jangan, angka 11. Itu milik saya, angka favorit saya.
Baik, sambil Anda pikirkan satu angka, saya mau katakan bahwa Indonesia, negara kita ini sangat luar biasa. Rakyatnya dipenuhi rasa cinta meski dari waktu ke waktu terlalu banyak berhadapan dengan masalah. Seberat apa pun masalah itu, kecintaannya tetap terjaga. Mau bukti? Ketika Malaysia mengklaim sejumlah karya budaya sebagai milik mereka kita rakyat Indonesia langsung melakukan protes tanpa menunggu komando dari penguasa.
Kita, rakyat Indonesia juga tidak goyah dan melepaskan cinta kita meski penyelenggaraan negara dari waktu ke waktu direcoki oleh koruptor. Sudah terlalu banyak orang kaya raya dengan hasil korupsi dan juga tidak sedikit yang berkuasa dan melakukan korupsi. Sebagai anak bangsa kita pasti sangat malu jika bertemu dengan bangsa lain. Tapi, tetap saja kita tidak mau berganti warga negara sebagai tanda kita melepas cinta kita pada Indonesia.
Kalau boleh saya ilustrasikan dengan kalimat maka saya mau katakana “Sekalipun langit runtuh dan bumi hancur maka pita merah putih di kepala kita tetap akan terikat.” Luar biasa kan. Maka, saya yakin Indonesia akan bisa keluar dari berbagai krisis, tapi dengan syarat jika rakyatnya tidak goyah kecintaannya pada Indonesia. Dan, itu akan terlihat dari bagaimana antara satu rakyat dengan rakyatnya saling kompak.
Benar, konflik bisa saja terjadi dan konflik adalah juga sisi positifnya. Konflik bisa mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang sedang salah, keliru, atau sedang tidak sepaham. Meski konflik juga positif namun tidak boleh ada kekerasan. Kekerasan, dalam bentuk apa pun haruslah kita hindari, termasuk kekerasan yang dilakukan secara psikologis.
Oke, sekarang kalikan angka pilihan Anda dengan angka 9 ya. Jika hasil pengkalian itu menghasilkan dua digit, tiga digit, dan seterusnya tolong setiap angka dijumlahkan sehingga tetap menghasilkan satu angka saja. Oke, sudah dapat hasilnya kan?
Baik. Sebelum Anda menyebut angka berapa saya mau katakana begini. Konflik itu banyak ragam jenisnya dan tingkatannya. Salah satunya konflik komunikasi pada tingkatan biasa. Ini konflik yang kerap terjadi di level masyarakat. Kalau sudah dalam bentuk konflik Aceh itu sudah dalam bentuk konflik keras karena sudah menghadapkan mesin kekerasan yang bisa membahayakan raga dan jiwa.
Kalau ia konflik komunikasi maka tidak perlu penyelesaiannya dilakukan seperti yang dilakukan di Aceh, melalui mediasi. Cukup saja dengan cara semua pihak yang berkonflik untuk melakukan refleksi. Refleksi disini bukan tujuan utamanya untuk melihat apa yang salah dengan kita, apa yang salah dengan lawan kita. Refleksi disini lebih sebagai media kita membuka hati kita agar semua hati yang ada diluar kita bisa masuk dan menyatu dengan hati kita. Ingat, mengubah lawan bukan dengan memperbaiki prilaku lawan tapi perbaikilah hati kita sendiri.
Kalau sudah begitu, saya yakin akan sangat mudah bagi kita semua untuk menghadirkan satu kata yang paling berharga, yakni MAAF. Buat saya, “maaf adalah rakit yang menghubungkan keterpisahan dan sekaligus jembatan untuk menuju masa depan.”
Baik, sekarang sebut angka tadi. Sembilan. Berapa? Sembilan. Oke, coba cari amplop nomor 9 dari urutan amplop yang ada: 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9. Ambil dan buka isinya lalu baca pesan yang ada.
9 Desember 2009
Ini yang saya sebut kalau saya sudah mendriving pikiran Anda. Kenapa? Karena pesan yang sama sudah saya siapkan dari tadi di amplop nomor 10 sebagai amplop prediksi saya: 9 Desember 2009. Tapi, tunggu dulu karena Sulap 9 ini belum selesai. Ada 2 amplop lagi yang saya simpan, yakni amplop 11 dan amplop 12.
Tadi diawal saya katakana jangan pilih angka 11 karena itu angka favorit saya. Pertama, jika 11 dikali 9 maka hasilnya 99. Dua angka Sembilan ini sangat besar artinya bagi saya. Satu karena tanggal 9 tanggal lahir saya. Kedua karena tanggal 9 juga tanggal lahir SBY, presiden kita he he he, boleh dong ge er he he. 9 juga bermakna antikekerasan.
Oke, sekarang mari kita buka amplop nomor 12 dan dibaca pesannya, dan pada saat yang sama semua kita membuka juga amplop 1 s/d 8 ya secara berurutan. Dalam hitungan ketiga, mari semua kita buka dan baca ya. Satu – dua – tiga.
Amplop 1: Saya sebagai rakyat Indonesia
Amplop 2: Kita sangat mencintai Indonesia
Amplop 3: Dan karena itu saya akan terus
Amplop 4: Menjaga negeri kaya raya alam dan juga budayanya
Amplop 5: Dengan cara membangun kekompakan sesama rakyat
Amplop 6: Terutama untuk memastikan Indonesia
Amplop 7: Terbebas dari korupsi dan mafia peradilan
Amplop 8: Dan karena itu, mari kita berdoa agar peringatan Hari Antikorupsi Internasional, besok
Amplop 9: 9 Desember 2009
Ayaaaaaahhhhhhh .....
AYAH YANG SIBUK .......
Anak merupakan titipan ilahi dan sekaligus amanah dari Sang Maha Pencipta, tetapi karena kesibukan kita mencari nafkah untuk keluarga sehari-hari sampai-sampai kita tidak dapat menyediakan sedikit waktu untuk sekedar memperhatikan hak seorang anak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang dari seorang ayah atau ibunya. Mungkin dari kisah nyata berikut ini dapat kita ambil hikmah yang dapat kita ambil dan sebagai cermin bagi kita semua.
Seperti biasa Dennis, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintuuntuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.“Kok, belum tidur ?” sapa Dennis sambil mencium anaknya.Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketikaia akan berangkat ke kantor pagi hari.Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Akununggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jamdan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papadalam satu bulan berapa, hayo ?”Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementaraPapanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Dennis beranjakmenuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalosatu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papadigaji Rp. 40.000,- dong” katanya.“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah DennisTetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?”“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malambegini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.“Tapi Papa…”Kesabaran Dennis pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkanSarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.Usai mandi, Dennis nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah dikamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedangterisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Dennis berkata,“Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uangmalam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Dennis.“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalausudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Dennis lembut.“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tigapuluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya adaRp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- makasetengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabungankukurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.Dennis pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil ituerat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahanharta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaananaknya.
Anak merupakan titipan ilahi dan sekaligus amanah dari Sang Maha Pencipta, tetapi karena kesibukan kita mencari nafkah untuk keluarga sehari-hari sampai-sampai kita tidak dapat menyediakan sedikit waktu untuk sekedar memperhatikan hak seorang anak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang dari seorang ayah atau ibunya. Mungkin dari kisah nyata berikut ini dapat kita ambil hikmah yang dapat kita ambil dan sebagai cermin bagi kita semua.
Seperti biasa Dennis, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintuuntuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.“Kok, belum tidur ?” sapa Dennis sambil mencium anaknya.Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketikaia akan berangkat ke kantor pagi hari.Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Akununggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jamdan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papadalam satu bulan berapa, hayo ?”Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementaraPapanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Dennis beranjakmenuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalosatu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papadigaji Rp. 40.000,- dong” katanya.“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah DennisTetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?”“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malambegini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.“Tapi Papa…”Kesabaran Dennis pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkanSarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.Usai mandi, Dennis nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah dikamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedangterisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Dennis berkata,“Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uangmalam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Dennis.“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalausudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Dennis lembut.“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tigapuluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya adaRp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- makasetengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabungankukurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.Dennis pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil ituerat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahanharta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaananaknya.
Minggu, 06 Desember 2009
Kapan Yaa ...... Bisa Ke ..... Swiss ..... He2...He2
SWISS..... YANG FENOMENAL
TUHAN mungkin sedang bersenang hati ketika menciptakan Swiss. Negara kecil di tengah daratan Eropa itu dikaruniai pemandangan indah. Gunung-gunung yang puncaknya tertutup salju, juga danau yang cukup luas. Walaupun tidak memiliki laut karena dikelilingi Perancis, penduduk di seputar danau Jenewa tetap dapat menikmati berlayar dengan yacht di sekeliling danau.
Penduduk Jenewa tidak lebih dari 400.000 orang, 45 persen di antaranya adalah penduduk dari 180 negara. Distrik Jenewa hanya seluas 282 kilometer persegi. Jenewa berada di antara pegunungan Alpen dan Yara.
Danau Jenewa atau Geneva Lake disebut juga Lac Leman dalam bahasa Perancis. Danau ini merupakan danau yang terbesar di Eropa barat dengan luas sekitar 582 kilometer persegi. Sekitar 60 persen berada dalam wilayah Swiss meliputi kawasan Vaud, Geneva dan Valais dan 40 persen termasuk kawasan Perancis di wilayah Haute-Savoie.
Musim dingin di Swiss cukup membuat tubuh yang biasa bermandi matahari menggigil. Cuaca pada siang hari sekitar 5-6 derajat celcius. Secangkir cokelat seharga 12 chf atau Rp 120.000 membantu menghangatkan tubuh. (Anastasia Joice, dari Swiss)
TUHAN mungkin sedang bersenang hati ketika menciptakan Swiss. Negara kecil di tengah daratan Eropa itu dikaruniai pemandangan indah. Gunung-gunung yang puncaknya tertutup salju, juga danau yang cukup luas. Walaupun tidak memiliki laut karena dikelilingi Perancis, penduduk di seputar danau Jenewa tetap dapat menikmati berlayar dengan yacht di sekeliling danau.
Penduduk Jenewa tidak lebih dari 400.000 orang, 45 persen di antaranya adalah penduduk dari 180 negara. Distrik Jenewa hanya seluas 282 kilometer persegi. Jenewa berada di antara pegunungan Alpen dan Yara.
Danau Jenewa atau Geneva Lake disebut juga Lac Leman dalam bahasa Perancis. Danau ini merupakan danau yang terbesar di Eropa barat dengan luas sekitar 582 kilometer persegi. Sekitar 60 persen berada dalam wilayah Swiss meliputi kawasan Vaud, Geneva dan Valais dan 40 persen termasuk kawasan Perancis di wilayah Haute-Savoie.
Musim dingin di Swiss cukup membuat tubuh yang biasa bermandi matahari menggigil. Cuaca pada siang hari sekitar 5-6 derajat celcius. Secangkir cokelat seharga 12 chf atau Rp 120.000 membantu menghangatkan tubuh. (Anastasia Joice, dari Swiss)
Ada Yang Mau ........ ? he2......he2
MAHALNYA ........ JENEWA
JENEWA, Swiss merupakan negara yang berada dalam tingkat teratas urutan kota-kota termahal di dunia. Dalam, Survei Mercer 2009, Jenewa menempati urutan keempat kota termahal di dunia. Tampaknya untuk segala macam urusan konsumsi, memang Jenewa sangat mahal. Contoh soal minuman saja, satu botol air mineral berukuran 300 ml dibandrol 3 chf atau kira-kira setara dengan Rp 30.000. Makan omelet, kocek harus lebih dalam lagi, sekitar 16 chf atau Rp 160.000.
Tetapi, dengan udara yang sangat dingin, sekitar 5 derajat celsius dan hujan sepanjang hari, makanan seperti itu mudah terbakar dan perut rasanya cepat lapar. Mau makanan lebih bergizi dan tubuh menjadi lebih hangat? Sepotong daging berukuran 160 gram dilengkapi dengan kentang goreng dibandrol 33 chf atau Rp 330.000 untuk sekali makan. Ini daftar harga di resto kecil sekelas warung lho. Jangan tanya berapa harga di resto yang lebih besar di mal. Oh ya, harga tersebut sudah termasuk pajak pertambahan nilai sebesar 7,6 persen, tetapi belum termasuk dua jenis pajak lain yang masing-masing besarnya juga 7,6 persen.
Demikian pula dengan urusan penginapan. Kamar hotel di Eropa memang terkenal kecil-kecil dan sempit. Tetapi jangan ditanya berapa harganya. Kamar hotel yang kami tempati merupakan jaringan hotel yang cukup "pantas" harganya di Eropa. Dengan harga sewa kamar lebih dari 100 chf per malam, hanya didapatkan kamar berukuran sekitar 3x5 meter.
Perlengkapannya sederhana dan minimalis. Jangan bayangkan ada lukisan, telepon, sambungan internet di kamar atau mini bar. Setelah mengeluarkan uang lebih dari Rp 1 juta, yang didapatkan hanyalah tempat tidur bertingkat untuk 3 orang, televisi 14 inchi, meja yang menempel di tembok, satu kursi kecil serta kamar mandi shower berukuran pas badan. Bukan bermaksud promosi, pikiran seolah kembali ke Jakarta, dengan uang sebesar itu sudah bisa menginap dua malam di Hotel Santika dengan kamar luas.
Tetapi, menurut sebuah survei, penghasilan di Jenewa memang sangat tinggi dengan potongan pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Jerman misalnya. Sedangkan perihal gaji, survei yang dilakukan terhadap 37 kota menunjukkan bahwa pekerja di Kopenhagen, Zurich, Jenewa dan New York memiliki gaji kotor yang tertinggi. Zurich merupakan kota yang tidak tertandingi soal gaji.
Dengan gaji yang luar biasa dan pajak yang "cukup bersahabat" di sisi lain, membuat Swiss sebagai negara yang sangat ramah terhadap pekerja. Tidak ada kota lain yang memungkinkan pekerja membawa pulang gaji setinggi pekerja di Zurich dan Geneva. Sebaliknya, pekerja rata-rata di New Delhi, Manila, Jakarta, dan Mumbai hanya mendapatkan gaji sekitar seperlima belas dari gaji per jam di Swiss setelah dipotong pajak...
JENEWA, Swiss merupakan negara yang berada dalam tingkat teratas urutan kota-kota termahal di dunia. Dalam, Survei Mercer 2009, Jenewa menempati urutan keempat kota termahal di dunia. Tampaknya untuk segala macam urusan konsumsi, memang Jenewa sangat mahal. Contoh soal minuman saja, satu botol air mineral berukuran 300 ml dibandrol 3 chf atau kira-kira setara dengan Rp 30.000. Makan omelet, kocek harus lebih dalam lagi, sekitar 16 chf atau Rp 160.000.
Tetapi, dengan udara yang sangat dingin, sekitar 5 derajat celsius dan hujan sepanjang hari, makanan seperti itu mudah terbakar dan perut rasanya cepat lapar. Mau makanan lebih bergizi dan tubuh menjadi lebih hangat? Sepotong daging berukuran 160 gram dilengkapi dengan kentang goreng dibandrol 33 chf atau Rp 330.000 untuk sekali makan. Ini daftar harga di resto kecil sekelas warung lho. Jangan tanya berapa harga di resto yang lebih besar di mal. Oh ya, harga tersebut sudah termasuk pajak pertambahan nilai sebesar 7,6 persen, tetapi belum termasuk dua jenis pajak lain yang masing-masing besarnya juga 7,6 persen.
Demikian pula dengan urusan penginapan. Kamar hotel di Eropa memang terkenal kecil-kecil dan sempit. Tetapi jangan ditanya berapa harganya. Kamar hotel yang kami tempati merupakan jaringan hotel yang cukup "pantas" harganya di Eropa. Dengan harga sewa kamar lebih dari 100 chf per malam, hanya didapatkan kamar berukuran sekitar 3x5 meter.
Perlengkapannya sederhana dan minimalis. Jangan bayangkan ada lukisan, telepon, sambungan internet di kamar atau mini bar. Setelah mengeluarkan uang lebih dari Rp 1 juta, yang didapatkan hanyalah tempat tidur bertingkat untuk 3 orang, televisi 14 inchi, meja yang menempel di tembok, satu kursi kecil serta kamar mandi shower berukuran pas badan. Bukan bermaksud promosi, pikiran seolah kembali ke Jakarta, dengan uang sebesar itu sudah bisa menginap dua malam di Hotel Santika dengan kamar luas.
Tetapi, menurut sebuah survei, penghasilan di Jenewa memang sangat tinggi dengan potongan pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Jerman misalnya. Sedangkan perihal gaji, survei yang dilakukan terhadap 37 kota menunjukkan bahwa pekerja di Kopenhagen, Zurich, Jenewa dan New York memiliki gaji kotor yang tertinggi. Zurich merupakan kota yang tidak tertandingi soal gaji.
Dengan gaji yang luar biasa dan pajak yang "cukup bersahabat" di sisi lain, membuat Swiss sebagai negara yang sangat ramah terhadap pekerja. Tidak ada kota lain yang memungkinkan pekerja membawa pulang gaji setinggi pekerja di Zurich dan Geneva. Sebaliknya, pekerja rata-rata di New Delhi, Manila, Jakarta, dan Mumbai hanya mendapatkan gaji sekitar seperlima belas dari gaji per jam di Swiss setelah dipotong pajak...
ANDA BERMINAT ............. ?
LOWONGAN KERJA ........ He2...he2...
Laporan wartawan KOMPAS Anastasia Joice
JENEWA, KOMPAS.com — Tangan-tangan dekil yang diacungkan ke jendela mobil di lampu lalu lintas Jakarta memohon sekeping recehan adalah pemandangan biasa. Tetapi, hal itu menjadi agak tidak biasa jika terjadi di lampu lalu lintas Jenewa ketika seorang pemuda kulit putih mengacungkan tangannya meminta-minta.Salah satu konsekuensi pembukaan perbatasan oleh Swiss belakangan ini adalah membanjirnya imigran legal ataupun ilegal dari negara miskin di Eropa Timur, bahkan negara Asia termasuk Filipina.
Upah minimum Swiss yang sekitar 4.000-5.000 franc Swiss atau kira-kira setara dengan Rp 40-Rp 50 juta per bulan bagi penjaga toko atau koki di rumah makan kecil menjadi daya tarik utama imigran ke Swiss.
Tetap saja, masih ada orang-orang yang tidak memenuhi kualifikasi melakukan pekerjaan yang memerlukan keahlian paling rendah sehingga harus meminta-minta di jalan.
Selain meminta-minta profesi lain yang semakin banyak terlihat di Jenewa adalah pedagang asongan bunga mawar. Kebanyakan profesi ini dilakukan oleh imigran dari Benua Afrika. Mereka keluar masuk restoran menawarkan bunga mawar.
Selain itu, pekerjaan diserbu imigran dari Eropa Timur adalah menjadi pekerja seks komersial. PSK di Jenewa merupakan profesi resmi. Mereka tidak dikejar-kejar karena membayar pajak dan dilokalisasi di kawasan lampu merah.Profesi kerah biru lain yang cukup dibayar mahal adalah sopir bis umum. Bis umum di Jenewa adalah bis gandeng ber-AC yang lumayan panjang hampir dua kali panjang bis PPD. Sementara jalan-jalan di Jenewa sempit dan penuh tikungan. Keahlian membawa bus panjang di jalan sempit tanpa membahayakan penumpang dan orang lain dihargai lebih tinggi karena dihitung sebagai keahlian khusus.Jangan ditanya berapa gaji para eksekutif perbankan atau pekerjaan kerah putih lainnya. Pekerja kerah putih di Swiss memerlukan waktu bekerja kurang dari dua jam untuk dapat membeli iPod 8 giga, dibandingkan pekerja di Sri Lanka yang harus memeras keringat lebih dari 15 jam untuk mendapatkan barang serupa.Dari pendapatan tersebut, sekitar 1.000 franc Swiss per bulan harus rela dipotong untuk membayar asuransi kesehatan untuk 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak. Potongan tersebut secara otomatis dilakukan dari rekening penerima gaji.
Pemerintah Swiss mewajibkan semua orang membayar asuransi kesehatan untuk melindungi mereka ketika sakit. Sebagai gambaran, biaya rumah sakit untuk menginap dua malam karena sakit perut dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi, tanpa ada tindakan pembedahan, diperlukan biaya 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp 250 juta. Bayangkan jika si pasien tidak memiliki asuransi kesehatan.Untuk urusan sekolah, pemerintah menyediakan sekolah gratis. Tidak hanya uang sekolah, tetapi juga meliputi pemberian buku dan tas secara cuma-cuma. Kendaraan juga cukup terjangkau, jika pekerja kerah biru menabung seluruh gajinya selama tiga-empat bulan saja, sebuah mobil sudah dapat dilunasi, tidak perlu mencicil hingga lima tahun. Soal pajak, jika dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Jerman, pungutan pajak di Swiss lebih rendah.Di sisi lain, biaya hidup lain seperti makan, tempat tinggal, pakaian, dan hiburan sangat mencekik leher. Selembar baju anak-anak yang terbuat dari wool dibanderol dengan harga 200 franc Swiss atau sekitar Rp 2 juta. Belum lagi sepatu kulit laki-laki yang minimal berharga 300 franc Swiss atau Rp 3 juta. Mau makan nasi goreng dengan lauk ayam, sayur dan dimsum di restoran China, Anda harus merogoh kocek setidaknya 50 chf atau Rp 500.000 sekali makan.Bagaimana, tertarik mengadu nasib ke Swiss?
Laporan wartawan KOMPAS Anastasia Joice
JENEWA, KOMPAS.com — Tangan-tangan dekil yang diacungkan ke jendela mobil di lampu lalu lintas Jakarta memohon sekeping recehan adalah pemandangan biasa. Tetapi, hal itu menjadi agak tidak biasa jika terjadi di lampu lalu lintas Jenewa ketika seorang pemuda kulit putih mengacungkan tangannya meminta-minta.Salah satu konsekuensi pembukaan perbatasan oleh Swiss belakangan ini adalah membanjirnya imigran legal ataupun ilegal dari negara miskin di Eropa Timur, bahkan negara Asia termasuk Filipina.
Upah minimum Swiss yang sekitar 4.000-5.000 franc Swiss atau kira-kira setara dengan Rp 40-Rp 50 juta per bulan bagi penjaga toko atau koki di rumah makan kecil menjadi daya tarik utama imigran ke Swiss.
Tetap saja, masih ada orang-orang yang tidak memenuhi kualifikasi melakukan pekerjaan yang memerlukan keahlian paling rendah sehingga harus meminta-minta di jalan.
Selain meminta-minta profesi lain yang semakin banyak terlihat di Jenewa adalah pedagang asongan bunga mawar. Kebanyakan profesi ini dilakukan oleh imigran dari Benua Afrika. Mereka keluar masuk restoran menawarkan bunga mawar.
Selain itu, pekerjaan diserbu imigran dari Eropa Timur adalah menjadi pekerja seks komersial. PSK di Jenewa merupakan profesi resmi. Mereka tidak dikejar-kejar karena membayar pajak dan dilokalisasi di kawasan lampu merah.Profesi kerah biru lain yang cukup dibayar mahal adalah sopir bis umum. Bis umum di Jenewa adalah bis gandeng ber-AC yang lumayan panjang hampir dua kali panjang bis PPD. Sementara jalan-jalan di Jenewa sempit dan penuh tikungan. Keahlian membawa bus panjang di jalan sempit tanpa membahayakan penumpang dan orang lain dihargai lebih tinggi karena dihitung sebagai keahlian khusus.Jangan ditanya berapa gaji para eksekutif perbankan atau pekerjaan kerah putih lainnya. Pekerja kerah putih di Swiss memerlukan waktu bekerja kurang dari dua jam untuk dapat membeli iPod 8 giga, dibandingkan pekerja di Sri Lanka yang harus memeras keringat lebih dari 15 jam untuk mendapatkan barang serupa.Dari pendapatan tersebut, sekitar 1.000 franc Swiss per bulan harus rela dipotong untuk membayar asuransi kesehatan untuk 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak. Potongan tersebut secara otomatis dilakukan dari rekening penerima gaji.
Pemerintah Swiss mewajibkan semua orang membayar asuransi kesehatan untuk melindungi mereka ketika sakit. Sebagai gambaran, biaya rumah sakit untuk menginap dua malam karena sakit perut dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi, tanpa ada tindakan pembedahan, diperlukan biaya 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp 250 juta. Bayangkan jika si pasien tidak memiliki asuransi kesehatan.Untuk urusan sekolah, pemerintah menyediakan sekolah gratis. Tidak hanya uang sekolah, tetapi juga meliputi pemberian buku dan tas secara cuma-cuma. Kendaraan juga cukup terjangkau, jika pekerja kerah biru menabung seluruh gajinya selama tiga-empat bulan saja, sebuah mobil sudah dapat dilunasi, tidak perlu mencicil hingga lima tahun. Soal pajak, jika dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Jerman, pungutan pajak di Swiss lebih rendah.Di sisi lain, biaya hidup lain seperti makan, tempat tinggal, pakaian, dan hiburan sangat mencekik leher. Selembar baju anak-anak yang terbuat dari wool dibanderol dengan harga 200 franc Swiss atau sekitar Rp 2 juta. Belum lagi sepatu kulit laki-laki yang minimal berharga 300 franc Swiss atau Rp 3 juta. Mau makan nasi goreng dengan lauk ayam, sayur dan dimsum di restoran China, Anda harus merogoh kocek setidaknya 50 chf atau Rp 500.000 sekali makan.Bagaimana, tertarik mengadu nasib ke Swiss?
Rabu, 02 Desember 2009
Jadi Selama Ini Minta ke Mana ...... ?
Ironi ..... Sekali ...... Begitu Miskin nya
Kamis, 3 Desember 2009 07:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - TNI telah menghitung kebutuhan bahan bakar minyak per tahun. Pemerintah diharapkan melihat bahwa selama ini TNI banyak diminta tolong berbagai departemen terkait kebutuhan transportasi laut dan udara. Kebutuhan tersebut rata-rata mencapai 810 juta liter per tahun.
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Rabu (2/12) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, menyatakan, mengenai BBM, TNI harus berkoordinasi dengan Departemen Pertahanan karena hal ini berkaitan dengan anggaran.
Djoko Santoso ditanya pers soal permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk merinci kebutuhan riil BBM untuk kegiatan operasional tahunannya (Kompas, 2/12).
TNI, kata Djoko, akan menyampaikan kebutuhan BBM-nya kepada Dephan. ”Kami sudah hitung dan akan disampaikan ke Dephan. Nanti diaudit, baru ditentukan besarannya,” katanya.
Memindahkan harimau
Djoko Santoso menekankan, banyak kebutuhan transportasi departemen-departemen yang mengandalkan TNI, terutama untuk kapal dan pesawat TNI. Ia mencontohkan, belum lama ini kapal TNI digunakan untuk mengangkut logistik ke Wamena, Papua, yang sedang mengalami masalah kekurangan logistik.
Departemen Perhubungan, kata Djoko, juga belum lama ini menggunakan kapal TNI untuk melakukan survei di sekitar perbatasan Indonesia dan Timor Leste. ”Pernah juga tahun 2007 atau 2008, Kementerian Negara Lingkungan Hidup mau pindahin harimau saja pinjam ke kami. Belum lagi kalau ada bencana alam. Untuk itu semua kan kami butuh BBM,” kata Djoko.
Menurut Asisten Logistik Panglima TNI Mayjen Abdul Ghofur, dari total kebutuhan BBM TNI, yang dipenuhi pemerintah biasanya hanya 30-40 persen. Ia memberikan gambaran berupa kebutuhan BBM TNI untuk kebutuhan rutin dan operasional tahun 2009. Kompas menjumlahkan, kira-kira kebutuhan BBM untuk tahun 2009 tersebut mencapai sekitar 810 juta liter. Kebutuhan BBM TNI berkisar pada operasional, seperti patroli dan kebutuhan rutin. Sebagian besar kebutuhan itu digunakan TNI AL.
Kamis, 3 Desember 2009 07:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - TNI telah menghitung kebutuhan bahan bakar minyak per tahun. Pemerintah diharapkan melihat bahwa selama ini TNI banyak diminta tolong berbagai departemen terkait kebutuhan transportasi laut dan udara. Kebutuhan tersebut rata-rata mencapai 810 juta liter per tahun.
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Rabu (2/12) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, menyatakan, mengenai BBM, TNI harus berkoordinasi dengan Departemen Pertahanan karena hal ini berkaitan dengan anggaran.
Djoko Santoso ditanya pers soal permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk merinci kebutuhan riil BBM untuk kegiatan operasional tahunannya (Kompas, 2/12).
TNI, kata Djoko, akan menyampaikan kebutuhan BBM-nya kepada Dephan. ”Kami sudah hitung dan akan disampaikan ke Dephan. Nanti diaudit, baru ditentukan besarannya,” katanya.
Memindahkan harimau
Djoko Santoso menekankan, banyak kebutuhan transportasi departemen-departemen yang mengandalkan TNI, terutama untuk kapal dan pesawat TNI. Ia mencontohkan, belum lama ini kapal TNI digunakan untuk mengangkut logistik ke Wamena, Papua, yang sedang mengalami masalah kekurangan logistik.
Departemen Perhubungan, kata Djoko, juga belum lama ini menggunakan kapal TNI untuk melakukan survei di sekitar perbatasan Indonesia dan Timor Leste. ”Pernah juga tahun 2007 atau 2008, Kementerian Negara Lingkungan Hidup mau pindahin harimau saja pinjam ke kami. Belum lagi kalau ada bencana alam. Untuk itu semua kan kami butuh BBM,” kata Djoko.
Menurut Asisten Logistik Panglima TNI Mayjen Abdul Ghofur, dari total kebutuhan BBM TNI, yang dipenuhi pemerintah biasanya hanya 30-40 persen. Ia memberikan gambaran berupa kebutuhan BBM TNI untuk kebutuhan rutin dan operasional tahun 2009. Kompas menjumlahkan, kira-kira kebutuhan BBM untuk tahun 2009 tersebut mencapai sekitar 810 juta liter. Kebutuhan BBM TNI berkisar pada operasional, seperti patroli dan kebutuhan rutin. Sebagian besar kebutuhan itu digunakan TNI AL.
Langganan:
Postingan (Atom)